Apa Definisi Menjadi Manusia Menurut Kamu?

 Jurnal 17 Juli 2018,


Mereka bilang kalau menjadi manusia itu.....

@hello_cxxxx: Nano nano, manis asem asin ramai rasanya

Saya setuju dengan pendapatnya. Menurut artikel Kenali Berbagai Macam Emosi, "Macam-macam emosi dalam diri manusia ternyata mewakili perasaannya. Beberapa macamnya menurut ahli, antara lain bahagia, sedih, takut, jijik, marah, dan terkejut. Kita hidup dengan beragam emosi. Adanya emosi-emosi tersebut membuat seseorang menjadi manusia seutuhnya. Emosi manusia akan memengaruhi bagaimana seseorang memiliki persepsi, serta memengaruhi pikiran dan tindakan yang dilakukan. Emosi sendiri merupakan kondisi perasaan yang kompleks yang muncul karena perubahan fisik dan psikologis. Emosi berkaitan dengan kepribadian, mood, karakter, dan motivasi seseorang."

 @priskanxxxx: Belajar

Yup, saya setuju banget. Salah satu menjadi manusia adalah belajar. Mengapa Kita Harus Belajar? Pasti kita pernah bertanya-tanya sendiri mengenai : kenapa sih kita harus sekolah dan membaca buku? Bukankah terkadang semua itu terasa membosankan? Dan di dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering mendengar istilah "belajar dari pengalaman" atau "belajar dari lingkungan" dan banyak hal lainnya. Seakan-akan kita semua dituntut untuk tidak pernah lepas dari kata belajar. Sebenarnya, seberapa penting sih kebutuhan belajar bagi manusia? Barangkali, ada orang yang berpendapat bahwa lebih penting bekerja daripada belajar. Atau bagi anak-anak, bermain adalah hal yang lebih menarik daripada belajar. Namun, kita harus cari tahu terlebih dahulu terkait definisi belajar itu sendiri. Menurut Gagne (1977) dalam buku yang ditulis oleh Suyono & Harianto (2014), belajar adalah sebuah proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia, seperti sikap, minat, atau nilai dan perubahan kemampuannya, yaitu peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai jenis kinerja. Kita semua akan dikatakan belajar apabila sudah mengalami perubahan, dari yang belum tahu menjadi tahu, belum mengerti menjadi paham, dan belum bisa menjadi bisa serta membantu kita dalam memecahkan masalah.

@anggunxxxx: Kita semua manusia, tapi ga semuanya menjadi manusia.

Ya, benar. Menurut saya Manusia Dilahirkan dengan Pembawaanmanusia terlahir dengan membawa pembawaan sifat yaitu baik dan buruk. Berarti setiap manusia mempunyai sisi baik dan sisi buruk, seperti dua sisi mata uang yang dimana itu merupakan bersifat mutlak dan pasif jika tidak ada pengaruh dan juga tekanan dari luar (lingkungan). Ketika terjadi adanya singgungan dari luar (lingkungan), jika singgungan tersebut tidak mengganggu dirinya maka sifat baik akan diwujudkan dengan tindakan yang baik pula, namun jika singgungan tersebut mengganggu dirinya maka sifat buruk akan diwujudkan dengan tindakan yang buruk.

@ekobuxxxx: Menjadi manusia adalah bagaimana kita bersyukur dengan apa yang kita punya dan saling menghargai perbedaan.

Bersyukur. Ya, menjadi manusia kita diharuskan untuk selalu bersyukur dan biasakan mengucapkan terima kasih kepada diri sendiri. Tidak disadari, kebiasaan bersyukur nyatanya punya sejumlah manfaat bagi diri kita. Beberapa diantaranya ialah membangun rasa optimis dalam diri hingga membantu mengelola stress. Membiasakan diri untuk bersyukur bukan berarti berpura-pura melupakan semua masalah hidup yang terjadi, ya. Konsep bersyukur yang dimaksud adalah upaya dari diri sendiri untuk tidak menyia-nyiakan semua hal baik dalam kehidupan.

@ditahyxxxx: Jujur pada diri sendiri.

Saya suka komentarnya. Jujur pada diri sendiri sama saja dengan menerima diri apa adanya. Ketika kamu jujur pada dirimu, kamu akan bangga atas apa pun keadaan dirimu sekarang ini. Kamu gak akan berusaha menutupi sesuatu yang justru merusak dirimu sendiri. Masih banyak, lho, orang yang belum jujur dan menerima dirinya sehingga berakhir mengutuk diri sendiri dengan segala keadaan yang ada.

@adamabedxxxx: Adalah memahami diri sendiri, meski sulit menjaga diri.

Yup, menjadi manusia juga dituntut harus bisa memahami diri sendiri karena kalau bukan kita yang paham akan diri sendiri, siapa lagi? Dan, kita juga yang harus menjaga diri kita dimana pun kita berada.

@hamidsafrijxxxx: Menjadi manusia itu tentang bagaimana kita bertanggungjawab atas apa yang Tuhan berikan kepada kita.

Hmm, bisa dibilang apa yang kita miliki didiri kita sekarang akan dipertanggungjawabkan. Misalnya, mulut kita jago bicara (konteksnya dalam hal positif), itu bisa dimanfaatkan dengan memperdalam dunia public speaking dan mengembangkankan menjadi seorang MC, Host, pembawa acara dan sebagainya.

@cestyaparaxxxx: Menjadi manusia adalah dimana kita belajar untuk tetap selalu berdamai dengan diri sendiri dan berusaha untuk tetap selalu bersyukur di setiap harinya.

Komentarnya menarik, menjadi manusia memberikan pelajaran agar terus belajar mengenai hal apapun termasuk berdamai dengan diri sendiri dan selalu bersyukur setiap harinya. Berdamai tidaklah mudah bukan berarti tidak bisa dilakukan oleh manusia. Ada dua hal yang paling sulit bagi manusia untuk dipelajari yaitu mengikhlaskan dan menerima. Berdamai dengan diri sendiri sama saja kita harus belajar menerima diri sendiri, baik itu kekurangan maupun kelebihan. Dan, mengikhlaskan diri sendiri mampu untuk tidak menghakimi diri sendiri atas kekurangan yang ada didiri kita. Dengan begitu kita perlahan kita pasti bisa berdamai dan bersyukur setiap harinya kepada diri sendiri.

@garis_xxxx: Manusia adalah salah satu bentuk alam dalam jiwa. Yang mana diberikan kemampuan berpikir, tenang dan dapat menilai baik dan buruk.

Yup, sejak lahir manusia diberikan akal dan pikiran yang membuat manusia dapat memiliki kemampuan dalam berpikir yang rasional atau masuk akal. Tidak hanya itu, dengan akal dan pikiran, manusia juga mampu memutuskan serta menilai suatu hal itu baik atau buruk.

@onetproxxxx: Manusia adalah makhluk pilihan yang mesti banyak bersyukur.

Sekali lagi, menjadi manusia harus bersyukur.

@mhmdxxxx: Menjadi manusia adalah ketika kita mengerti dan paham apa esensi kita di dunia ini, cukup di jalani, di syukuri, dinikmati tanpa ekspektasi sampai kita menemuan apa arti manusia sesungguhnya.

Ya, terkadang ekspektasi seperti api. Kalau kecil, dia menjadi kawan yang membuat kita bersemangat dan produktif. Bila besar, dia menjadi sumber kekecewaan apabila kita terlalu banyak berharap.

Dari menjadi manusia, saya belajar bahwa..... jadilah manusia apa adanya. Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk artinya: semakin tinggi ilmunya semakin rendah hatinya. Kalau sudah pandai jangan sombong, selalulah rendah hati. Dan, di atas langit masih ada langit artinya: ketika kita merasa hebat atau pandai, jangan lupa bahwa masih ada orang lain yang lebih hebat atau lebih pandai dari kita.

[PS: Jurnal ini dibuat sejak pertengahan tahun 2019, saat aku pertama kali melihat akun @menjadimanusia di instagram dan aku tertarik untuk mengikutinya. Berawal dari terinspirasi untuk menjawab pertanyaan @menjadimanusia melalui postingannya sebagai bentuk refleksi diri sendiri. Kemudian aku menuliskannya di buku diary lalu terpikirkan membagikannya dalam bentuk digital ke blog pribadi.]

Komentar

Postingan Populer