Menurut Kalian, Apakah Uang Menjadi Tolak Ukur Kebahagiaan?

 Jurnal 20/7/2018,


Mereka bilang kalau tolak ukur kebahagiaan itu.....

@ksabanxxxxx: Tergantung pada siapa yang menggunakan uang tersebut

@srinopxxxxx: Bisa. Tergantung penggunaannya bagaimana

@meisyafxxxxx: Tidak. Hanya sebagai pendukung kebahagiaan

@fahdian_syah.xxxxx: Sebenarnya yg menjadi tolak ukur kebahagiaan adalah rasa syukur dan ikhlas dengan apa yg kita miliki, tetapi itu sulit

@busroxxxxx: Untuk di kehidupan nyata tentu saja merupakan tolak ukur yang utama, tapi terkadang kita lupa, ada hal lain yang lebih dari uang yang dapat kita jadikan tolak ukur dalam kehidupan yaitu energi dan berpikir positif terhadap diri dan menjalani hidup merupakan tolak ukur terpenting bagiku saat ini

@febryrahmxxxxx: Yes I think... I need a lot of money to get that happiness. I feels so lonely when I just can see many people can do anything with the amount of money they have

@destanxxxxx: Tergantung pribadi masing-masing bisa bahagia dengan apa. Klo menurut aku pribadi bahagia itu bersyukur shg merasa cukup. Karena sebanyak apapun uang yg lo punya kalo nggak bersyukur akan selalu merasa kurang, susah bahagia kalo gini

@anjaxxxxx: Uang memang menjadi "salah satu media" untuk membahagiakan diri kita, tapi bukan berarti uang adalah tolak ukur kebahagian seseorang. Semua tergantung dari perspektif kita atas kegunaan uang itu sendiri. Kalau kita menginginkan uang untuk 'membahagiakan diri kita dengan memberi barang mewah atau liburan ke luar negeri' yah pada akhirnya kita bakalan capek nyari uang buat cuma buat nyenangin raga kita doang bukan jiwa kita, tapi kalau kita menganggap 'uang untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan' maka kalau semua udah kepunuhi pasti akan ada rasa kita ingin berbagi dgn org lain melalui uang kita dan itu lbh ngebahagiain apa kita. Mungkin kita harus sadar bahwa "kebahagiaan bukan hanya kita dapat dengan dicari tapi juga dengan menyadari ada hal-hal atau orang-orang disekitar kita yg mampu membuat kita bahagia dan kita harus mensyukuri itu"

Sebenarnya, apa sih kebahagiaan itu? Apakah ketika pekerjaan dan keuangan lancar? Tapi kalau tidak bisa menikmati apa yang dimiliki, tidak punya orang-orang terdekat yang dapat dibagikan rezeki itu kita sebenarnya bisa saja tetap tidak bahagia. Lalu apa itu bahagia?

Banyak orang yang masih mencari arti bahagia itu sendiri kemudian menjadikannya tujuan utama hidup. Berbeda dengan apa yang kupikirkan. Menurutku menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan utama hidup akan membuat kita tidak bahagia dalam prosesnya. Memahaminya, aku jadi lebih santai menjalani keseharian tanpa harus memikirkan apa yang dapat membuatku paling bahagia di masa depan. Aku berusaha untuk selalu menghargai apa yang kumiliki. Keluarga yang mendukung, pertemanan yang memahami perjalanan hidupkan adalah bagian dari hal-hal kecil yang perlu aku hargai karena tidak semua orang punya itu. Inilah yang akhirnya juga membuat aku mudah merasa bahagia dengan apa yang ada di sekelilingku.

Semakin aku belajar untuk terus melepaskan perasaan tidak terima itu semakin aku bisa merasa lega dan bahagia.

Aku juga cukup percaya kalau definisi kebahagiaan itu bisa saja berubah nantinya. Karena manusia pasti akan berubah seiring pengalaman yang dilewatinya.

Kembali ke topik pertanyaannya, sedangkan menurut pribadiku sendiri, uang tidaklah menjadi tolak ukur kebahagiaan. Pasti ada yang tidak setuju dengan persepsiku ini. Memang ada yang beranggapan bahwa kekayaan yang melimpah menentukan kebahagiaan seseorang. Namun, emang sejauh apa sih tolak ukur kekayaan itu dinilai sebagai kebahagiaan? Tentu tidak ada jawaban yang pasti dari setiap orang. Jadi, berhentilah beranggapan harus kaya dulu baru bahagia.

Lumayan banyak kok, tidak sedikit orang yang bahagia meski hidupnya pas-pasan atau bahkan jauh di bawahnya. Jadi coba ubah mindset-mu, karena alasan berikut ini bisa menolak anggapan bahwa kekayaan melimpah adalah tolak ukur kebahagiaan seseorang.

1. Tidak semua hal bisa dibeli pakai uang

Uang itu tidak bisa membeli segalanya. Perkataan tersebut bukan suatu omong kosong, namun memang benar adanya. Bahwa banyak cara bahagia yang tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Bisa kok mencari jalan kebahagiaan dengan cara gratis. Karena yang paling penting adalah kemauan diri sendiri untuk menikmati kebahagiaan tanpa neko-neko atau tuntutan yang berlebihan.

2. Kekayaan hanya sumber kebahagiaan yang membuat perbedaan

Jika kekayaan yang melimpah menjadi tolak ukur kebahagiaan seseorang, maka sangat miris keadaan orang yang tidak bisa mencapainya. Maka, kekayaan melimpah tidak bisa dipandang mutlak untuk membahagiakan seseorang. Malah, jika harus kaya dulu baru bahagia yang ada akan tercipta kesenjangan kebahagiaan di antara setiap orang.

3. Uang adalah nilai yang sewaktu-waktu habis

Uang yang terus-menerus dipakai kelak akan ada masa habisnya. Jika, uang yang menjadi sumber kekayaan habis, apakah seseorang akan berhenti melanjutkan kebahagiaannya? Pahamilah, bahwa uang suatu saat akan habis dan meninggalkan kita. Tidak bisa menggantungkan kebahagiaan hanya dengan nilai lembaran uang. Jadi, pastikan kamu mencari sumber kebahagiaan yang tidak akan meninggalkanmu.

4. Mencari kebahagiaan tidak harus sesulit mencari uang

Kalau kaya raya menentukan kebahagiaan, itu artinya seseorang harus bekerja keras dulu untuk mendapatkannya. Nah, kalau begitu malah akan banyak orang yang terlambat bahagia atau malah tak bisa mendapatkan kebahagiaan sama sekali. Jadi, jangan mencari kebahagiaan yang sulit dicari. Jika ada cara mudah yang bisa dilakukan untuk bahagia, kenapa tidak?

5. Definisi bahagia setiap orang berbeda

Kalau kaya raya menentukan kebahagiaan, itu artinya seseorang harus bekerja keras dulu untuk mendapatkannya. Nah, kalau begitu malah akan banyak orang yang terlambat bahagia atau malah tak bisa mendapatkan kebahagiaan sama sekali. 

Jadi, jangan mencari kebahagiaan yang sulit dicari. Jika ada cara mudah yang bisa dilakukan untuk bahagia, kenapa tidak?

Dari menjadi manusia, saya belajar bahwa..... kebahagiaan bukanlah dicari melainkan diciptakan sendiri oleh diri kita sendiri. Karena manusia dilahirkan bukanlah untuk mengejar kebahagiaan tetapi untuk bertahan. Satu hal lagi, bahagia itu sederhana. 😊

[PS: Jurnal ini dibuat sejak pertengahan tahun 2019, saat aku pertama kali melihat akun @menjadimanusia di instagram dan aku tertarik untuk mengikutinya. Berawal dari terinspirasi untuk menjawab pertanyaan @menjadimanusia melalui postingannya sebagai bentuk refleksi diri sendiri. Kemudian aku menuliskannya di buku diary lalu terpikirkan membagikannya dalam bentuk digital ke blog pribadi.]

Komentar

Postingan Populer